Serba-serbi Seputar Fakta dan Mitos Tentang Virus Corona

Berdasarkan Menteri Komisi Kesehatan Tiongkok menjelaskan bahwa seseorang dapat terinfeksi virus corona tidak terlihat gejalanya dan menjadi seorang pembawa virus yang dapat menyebabkan virus tanpa disadari. 2019-nCoV telah merebak ke Tiongkok serta beberapa negara hingga 2000 orang yang menyebabkan 80 orang telah meninggal. Sesuai dengan pengamatan berbagai ratusan, infeksi ini bukan penyakit tanpa gejala melainkan sesuai CDC telah memberikan laporan gejala yang cukup bervariasi seperti batuk, demam serta sesak napas. Beberapa otoritas kesehatan di beberapa negara telah dengan gejala demam menjadi indikator ketika memasuki pintu negara dan pengunjung yang memiliki suhu tubuh diatas 38 derajat Celcius akan mendapatkan pemeriksaan dengan Health Alert Card.

Fakta dan Mitos Tentang Virus Corona

Fakta virus corona adalah virus telah menyebar ke negara lain, awalnya bermula di Wuhan, dan berasal dari hewan liar yang telah dijual di pasar makanan laut Huanan, sejak ini banyak traveler yang menularkan virus hingga ketujuh negara. Corona merupakan penyakit zoonosis yang ditularkan dari hewan dan telah diteliti hubungan antara kelelawar serta virus dan mampu beredar pada unta, kelelawar dan kucing, virus jenis ini jarang melakukan evolusi dan kejadian di Tiongkok menjadi bukti virus menyebar dari hewan ke manusia.

Fakta lainnya menyebutkan bahwa virus ini berada di keluarga besar dari penyakit flu hingga penyakit lebih parah, seperti MERS dan SARS. SARS muncul di tahun 2002 lalu menyebar ke negara lain mulai dari Hongkong, Singapura, Vietnam, Italia, Swedia, Rusia, Swiss hingga Amerika Serika. Epidemi SARS berakhir pada tengah tahun 2003 dengan jumlah 8098 orang dan 774 orang telah meninggal dunia mengalami penyakit karena saluran pernapasan. Virus ini cukup misterius dan diidentifikasi sebagai jenis baru yang menyerang pernapasan dan vaksin pneumonia kini digunakan dalam mencegah penyakit 2019-nCoV.

Mitos mengenai 2019-nCoV adalah mampu menyebar jika membeli barang di area Asia dan telah mengalami kontaminasi oleh virus. Padahal faktanya menunjukkan barang atau paket dari negara-negara di Asia termasuk aman, virus hanya mampu bertahan rendah pada permukaan barang. Resiko penularan tetap ada namun cukup rendah terutama jika disimpan dan tidak sentuh dalam beberapa hari. Hingga kini belum ada penelitian yang menyebutkan barang impor dapat memberikan resiko karena resiko tingginya adalah tetesan dari pernapasan jika sedang bersin maupun batuk.

Mitos 2019-nCoV menyebutkan bahwa alkohol dapat menyembuhkan virus ini sedangkan minuman alkohol sama sekali tidak berhubungan dengan virus. Faktanya berdasarkan salah satu departemen kesehatan San Fransisco menyebutkan bahwa penyebab hingga penyembuhan virus ini tidak ada hubungannya dengan minuman alkohol. Alkohol memang dapat membunuh virus dan bakteri namun jika digunakan dalam bentuk sabun antiseptik atau hand sanitizer dan penggunaannya hanya dengan kandungan 60% alkohol, oleh karena itu sebaiknya menghindari hal ini.

Mitos virus corona lainnya adalah banyak yang mengatakan bahwa corona dapat mati di cuaca panas namun berdasarkan faktanya hal ini tidak benar karena virus tidak tergantung pada musim suatu wilayah. Begitu juga dengan mitos penyebaran virus melalui nyamuk namun hal ini tidak benar karena virus berasal dari sistem pernapasan dan tertular melalui bersin dan batuk maupun droplets ketika berbicara. Ada juga berita yang sempat menyebar bahwa menahan napas dalam 10 detik dengan baik maka tubuh belum terinfeksi namun hal ini salah karena orangtua yang sehat tidak dapat melakukan ini, penelitian hingga ahli kesehatan mengatakan ini adalah mitos dan hoaks.

Comments