Inilah Pengertian Koarktasio Aorta yang Harus Anda Ketahui

Koarktasio Aorta
Sumber: Alodokter.com

Pengertian koarktasio aorta seperti yang dilansir dari Alodokter yaitu penyempitan aorta.  Aorta adalah pembuluh darah besar dari jantung yang bertugas mengalirkan darah yang kaya akan oksigen ke seluruh tubuh. Penyimpanan aorta bisa saja terjadi pada satu lokasi atau beberapa bagian di sepanjang aorta, sehingga aliran darah normal pada tubuh menjadi terhambat yang berakibat pada bilik kiri jantung harus bekerja lebih dalam memompa darah keluar dari jantung. Apabila dibiarkan, kondisi tersebut akan membuat dinding jantung akan menebal dan otot jantung kian melemah yang dapat berakibat fatal yakni memicu gagal jantung.

Biasanya koarktasio aorta akan muncul saat penderitanya lahir, sehingga kondisi tersebut sering disebut sebagai penyakit jantung bawaan. Kelainan ini sering terjadi, diperkirakan terjadi pada sekitar 5-10 bayi dengan penyakit jantung bawaan karena pada umumnya penyempitan aorta dapat muncul bersamaan dengan gangguan jantung lainnya. Seperti ductus arteriosus tetap terbuka setelah bayi lahir dan kelainan katup jantung.

Menurut Halodoc, bila koarktasio aorta tidak diobati maka akan menyebabkan komplikasi. Beberapa komplikasi bisa saja disebabkan oleh tekanan darah tinggi yang telah berlangsung lama akibat koarktasio aorta. Komplikasi ini juga bisa terjadi setelah pengidap menjalani perawatan untuk koarktasio aorta.

Adapun komplikasi yang dimaksud adalah sebagai berikut:

1. Gagal jantung.
2. Tekanan darah tinggi.
3. Aorta pecah atau robek.
4. Terjadinya penyempitan katup aorta (stenosis aorta).
5. Pembesaran pada bagian dinding aorta (aneurisma).
6. Melemahnya arteri serta mengembung di otak (aneurisma otak).
Gejala yang Timbul Karena Koarktasio Aorta.

Tahukah Anda jika penyempitan aorta dapat mengganggu aliran darah yang berasal dari jantung ke seluruh tubuh? Bayi yang baru saja lahir atau anak-anak, penyempitan aorta akan menyebabkan kesulitan menyusui, nadi yang melemah, kulit akan tampak pucat, akan merasa sesak, berkeringat, mengalami hipertensi dan bunyi jantung akan abnormal saat diperiksa oleh dokter dengan menggunakan stetoskop.

Pada anak serta dewasa mudah, penyempitan yang paling ringan umumnya tidak akan menimbulkan gejala. Namun, seorang anak usia sekolah atau remaja mengalami tekanan darah tinggi (hipertensi) atau bahkan bunyi jantung akan abnormal pada masa pemeriksaan fisik. Di lain sisi beberapa bisa saja mengeluh sakit kepala atau akan merasa kram di bagian perut, khususnya saat olahraga. Gejala juga dapat terjadi pada kelainan jantung yang lain, sehingga Anda perlu melakukan pemeriksaan ke dokter untuk memastikan diagnosis.

Diagnosis Koarktasio Aorta

Selain diagnosis dapat ditentukan dari gejala serta pemeriksaan pada fisik (terutama pada saat pemeriksaan jantung dengan menggunakan stetoskop) pemeriksaan penunjang seperti EKG, CT scan, foto rontgen, ekokardiogram serta MRI mungkin juga diperlukan.

- EKG diperlukan untuk mencatat aktivitas listrik jantung, menunjukkan tentang ritme jantung abnormal (aritmia) dan mendeteksi kerusakan otot jantung.

- Ekokardiogram merupakan pemeriksaan yang dilakukan untuk mengevaluasi struktur serta fungsi jantung dengan menggunakan gelombang suara yang terekam pada sensor elektronik penghasil gambar yang bergerak dari jantung dan katup jantung.

- CT scan serta MRI dilakukan untuk melihat kelainan anatomi pada sekitar jantung.
Apakah kelainan koarktasio aorta dapat dicegah?
Koarktasio aorta jelas tidak dapat dicegah, tetapi melakukan pemeriksaan dan juga pengobatan dini dengan cara melakukan pemeriksaan serta pengobatan ke ahli jantung sangatlah penting. Hal ini bertujuan untuk mencegah agar koarktasio aorta tidak semakin parah dan mencegah terjadinya komplikasi.

Sekian pembahasan mengenai pengertian koarktasio aorta serta komplikasi dan diagnosisnya. Semoga bermanfaat.

Comments